Dunia Misteri

Misteri Hamid 'Bangkit' dari Kubur Terungkap, Ini Alasannya

Bengkulu - Misteri kebangkitan Hamid dari kuburnya terungkap sudah. Pria 60 tahun yang semula diduga hidup kembali oleh warga Desa Rimbo Kedui, Kabupaten Seluma, Bengkulu, ini ternyata belum meninggal. Belakangan baru diketahui jika jenazah yang sebelumnya mereka makamkan bukanlah Hamid yang sesungguhnya.


Misteri Hamid 'Bangkit' dari Kubur Terungkap, Ini Alasannya


"Jenazah yang dimakam bukan Hamid, tapi kebetulan memiliki ciri fisik yang sama dengan dia," kata Lurah Rimbo Kedui, Dedi Kurdianto, saat dihubungi Tempo, Sabtu, 27 Agustus 2016. Ia mengatakan, hingga kini identitas jenazah pria mirip Hamid belum diketahui dan belum ada warga yang mengakui jenazah tersebut.

Dedi mengimbau masyarakat Bengkulu agar menghubungi pihak Kelurahan Rimbo Kedui jika merasa kehilangan keluarga dengan ciri-ciri mirip Hamid. "Atas nama warga Rimbo Kedui saya minta maaf atas kejadian ini. Tidak ada sedikit pun berniat untuk hal tidak baik. Mungkin sudah nasib almarhum di kubur di sini,” ujarnya.



Masyarakat Desa Rimbo Kedui dihebohkan oleh kepulangan warganya bernama Hamid, Jumat, 26 Agustus 2016. Padahal sehari sebelumnya warga telah mengubur jenazahnya. Hamid meninggal di Rumah Sakit Kota Bengkulu, Rabu, 24 Agustus 2016. Pihak keluarga sendiri yang mengambil jenazah dari rumah sakit.

Jasad yang belakangan diketahui mirip Hamid itu langsung dimakamkan di Taman Pemakan Umum Kelurahan Rimbo Kedui, Kamis, 25 Agustus 2016. Selanjutnya, pada Jumat 26 Agustus 2016, atau sehari setelah pemakaman, Hamid yang asli mendadak pulang ke rumahnya dalam kondisi sehat walafiat.

Adapun cucu Hamid, Riska Yulia Antika, saat dikonfirmasi mengatakan jika keluarganya pun kaget dengan kehadiran kakeknya. "Kami kaget sewaktu melihat kakek pulang dalam keadaan sehat, padahal telah dimakamkan, makanya kami dan warga berpikir jika dia hidup lagi," ujar Riska saat dihubungi, Sabtu, 27 Agustus 2016. Sumber: Tempo.co

Misteri Hilangnya Bom Atom Ketiga Amerika di Jepang

Pada 8 Mei 1945, Jerman menyerah. Sementara itu, pada 26 Juli, Amerika Serikat, Inggris dan China mengeluarkan “Deklarasi Potsdam” ke Jepang untuk menyerah tanpa syarat, “alternatif lain adalah kehancuran.” Namun Jepang mengabaikan ultimatum tersebut.



Demi memaksa Jepang menyerah, pada 6 dan 9 Agustus 1945, Amerika Serikat menjatuhkan bom atom masing-masing di Hiroshima dan Nagasaki. Namun, setelah kedua bom atom itu dijatuhkan, ternyata ada sumber yang mengetahui bahwa Amerika sebenarnya menjatuhkan tiga bom atom ke Jepang, dua bom atom ditargetkan di Nagasaki, sementara satu bom atom lagi tidak meledak, hingga akhirnya hilang misterius.

Selama setengah abad lalu, dua negara adidaya nuklir AS dan Uni Soviet, selalu berusaha keras untuk menghindari masalah ini, namun, seiring dengan berjalannya waktu, rahasia penelitian bom atom Amerika Serikat perlahan-lahan telah diketahui dunia, tidak ada material yang paling otoritatif daripada organisasi yang mengembangkan dan memproduksi bom atom Amerika, demikian memoar letnan Jenderal Leslie Groves, pensiunan US Army.



Rencana semula membom tiga target

Pada 24 Juli 1945, dalam proposalnya kepada Kepala Angkatan Darat George C. Marshall, Groves mengusulkan penggunaan bom atom terhadap Jepang di empat lokasi masing-masing Hiroshima, Nagasaki, Kokura dan Niigata. Hingga pada akhir Juli 1945, tiga dari empat target bom atom pun ditetapkan, dalam catatan memoarnya, Groves menulis, “Hiroshima adalah target pertama, target kedua Kokura, dan Nagasaki adalah target ketiga.” Terkait pemboman ini, Amerika Serikat telah menyiapkan sejak awal tiga bom atom.

Grup Komposit ke-509 dari Angkatan Udara AS menyiapkan 7 unit pesawat untuk menjatuhkan tiga bom atom.

Menurut beberapa catatan sejarah, pada 9 Agustus 1945 pulul 03:49 dini hari waktu setempat, dua pesawat B-29 dan pesawat pengintai lepas landas dari pangkalan udara Tinian, Amerika Serikat, bertolak ke lokasi pengeboman. Ketika tiba di atas langit Kokura, Jepang, cuaca tampak mendung dan berkabut, sama sekali tidak bisa melihat target dengan mata telanjang. Akhirnya pesawat hanya terbang bolak-balik sekitar 45 menit di atas langit Kokura, hingga akhirnya memutuskan meninggalkan pemboman terhadap Kokura, lalu menuju ke target pemboman kedua, Nagasaki.

Setibanya di Nagasaki, tampak awan tebal juga menyelimuti segenap angkasa kota itu, namun, kali ini pesawat tidak mungkin kembali sambil membawa bom nuklir. Lalu memutuskan sementara membom menggunakan radar, dan ketika pesawat bersiap menjatuhkan bom, awan tebal di angkasa tiba-tiba berpencar, tak lama kemudian langit menjadi cerah, dan mereka akhirnya menjatuhkan dua bom nuklir. Setelah pemboman itu, U.S. Census Bureau Strategic memperkirakan puluhan ribu orang tewas dan lebih dari 60.000 orang luka-luka.



Bom atom telah dijatuhkan, namun banyak yang tidak tahu bagaimana situasi selanjutnya setelah bom atom itu dijatuhkan. Dari kedua bom atom ini hanya satu yang meledak.

Karena bom atom yang meledak ini menyimpang sekitar 2000 meter dari targetnya semula, sehingga tingkat kerusakan atau korban jiwa relatif lebih ringan dibandingkan dengan korban di Hiroshima. Sementara satu bom lain yang gagal meledak, masih utuh, tidak rusak. Setelah mendapat laporan itu, markas besar pasukan Jepang segera mengirim tim untuk mengawasi secara ketat bom yang gagal meledak itu.

Boleh dikata Jepang mendapat berkah dari balik musibah itu, karena mendapatkan sebuah bom atom, apabila memungkinkan, Jepang bisa saja menciptakan bom atom sendiri. Namun, kegagalan/ kekalahan bangsa Jepang telah dipastikan, lagi pula akselerator atom itu telah rusak dihantam bom pesawat Amerika. Jadi tidak mungkin lagi bisa membuat bom atom. Belakangan, atas pertimbangan dari sisi kepentingan nasional, Jepang lalu memutuskan menyerahkan bom atom itu kepada Uni Soviet.

Terbetik berita bahwa ketika Jepang menyerahkan bom atom yang tidak meledak itu ke Uni Soviet, pihak Uni Soviet juga telah membuat komitmen tertentu kepada Jepang. Karena Uni Soviet telah mendapatkan informasi penting dalam proses percobaan bom atom Amerika dari ilmuwan Inggris yang terlibat dalam percobaan terkait kala itu, lalu mendapatkan lagi barang pusaka berupa bom atom yang tidak meledak itu dari Jepang, dan dengan kecerdasan bangsa Soviet, maka dalam waktu relatif singkat, Uni Soviet berhasil meledakkan bom atom pertamanya pada 29 Agustus 1949.

Mendengar berita itu, Presiden AS Truman kala itu pun terperangah, dan selalu menggumam, “Benarkah informasi ini? Benarkah?”

Karena ia tahu betapa sulitnya untuk berhasil membuat bom atom, sejak akhir tahun 1938, peneliti Jerman bernama Hans dan Strushman membombardir uranium dengan neutron lambat, dan setelah terjadi pembelahan/ fisi, ilmuwan Amerika Serikat, Inggris, Perancis dan para ilmuwan Jerman yang melarikan diri ke Amerika Serikat. Dimana setelah berupaya keras selama tujuh tahun, mereka baru berhasil membuat bom atom pertama, dan dalam hal ini, Amerika Serikat mengerahkan 500 ribu orang, menghabiskan dana sekitar US$ 2,3 milyar, mengingat biaya yang sangat besar ini jelas sulit diterima terhadap Uni Soviet yang baru pulih dalam perang.

Sehubungan dengan ini, Jenderal Groves pernah memperkirakan, bahwa setidaknya perlu 20 tahun bagi Uni Soviet untuk berhasil membuat bom atom. Sejarah itu sangat kejam, keuntungan dan kerugian selalu berubah. Konftrontasi nuklir antara AS dan Uni Soviet kala itu, membuat Jepang memiliki ruang yang luas untuk berkembang, karena sebagai negara yang kalah perang, Jepang dilarang mengembangkan kekuatan militernya.

Namun, justru hal ini membuat Jepang bisa menghemat puluhan miliar pengeluaran militer, yang dialihkan untuk pembangunan ekonomi nasional, sehingga dalam waktu relatif singkat membuat Jepang menjadi negara adidaya ekonomi dunia. Sementara Uni Soviet, dimana karena pengeluaran biaya militer yang sangat besar, sehingga merontokkan ekonominya, hingga akhirnya Uni Soviet pun tercerai berai.





Sampai hari ini, Amerika baru tahu, mengapa jumlah korban tewas dalam pemboman atom di Nagasaki ketika itu sangat jauh berbeda dengan perkiraan mereka sebelumnya, dan mengapa Uni Soviet bisa begitu cepat membuat bom atom dan bersaing dengan mereka.


Sumber: Erabaru.net

Misteri Pedang Terhebat di Jepang, Honjo Masamune

Katana atau pedang samurai yang terkenal di seluruh dunia akan menjadi suatu kesempurnaan dari perancang pedang itu sendiri. Katana merupakan simbol dari samurai dan Jepang secara keseluruhan. Untuk Negara Jepang, Pedang atau katana telah menjadi harta Nasional sejak tahun 1989.

Hal ini telah menjadi budaya kaum shogun dan diturunkan dari satu shogun kepada shogun yang lain pada Periode Edo (Shogun adalah istilah bahasa Jepang yang berarti jenderal). Selama restorasi Meiji pada akhir abad ke-19 (yang berusaha untuk membawa Jepang ke dalam dunia modern) banyak samurai yang pergi memberontak ketika pemerintah berusaha untuk menjauhkan mereka dari hak untuk memakai katana sebagai simbol mereka.


Misteri Pedang Terhebat di Jepang, Honjo Masamune


Bahkan setelah kehilangan hak untuk memakai pedang, samurai tetap dihormati sebagai leluhur bangsa Jepang. Namun, pada akhir Perang Dunia Kedua penjajah Amerika menuntut agar semua penduduk Jepang menyerah dari segala bentuk persenjataan, termasuk pedang leluhur mereka. Terdapat satu pedang yang hilang yaitu "Honjo Masamune", yang dikenal sebagai Pedang Legendaris.

Nama pedang legandaris tersebut berasal dari orang yang membuatnya: Goro Masamune (1264-1343 M). Masamune pernah diakui sebagai pembuat pedang yang terbesar dalam sejarah Jepang. Pedangnya dikenal karena keindahan dan kualitas yang tak tertandingi. Kualitas Pedang Honjo Masamune sangat luar biasa, meskipun pada saat itu pedang yang dibuat menggunakan baja, masih terdapat banyak ketidak sempurnaan.

Berdasarkan legenda yang ada, pedang Goro Masamune dikisahkan telah bersaing dengan muridnya sesama pembuat pedang, Sengo Murasama. Murasama menantang Masamune untuk membuat pedang, yang kemudian di uji dengan menggantungkanya pada ranting kecil di sungai dengan bagian yang tajam menghadap ke arus sungai.

Misteri Pedang Terhebat di Jepang, Honjo Masamune


Hasil dari ujian tersebut memberikan julukan "Juuchi Yosamu" atau "Sepuluh Ribu Malam yang dingin" kepada Murasama dan julukan "Yawarakai-Te" atau "Tangan Lembut" kepada Masamune. Pedang Murasama dapat memotong apapun yang melewatinya. Ikan, dedauan, bahkan udara yang menghembus kearahnya dapat terpotong oleh Pedang Murasama. Sedangkan Pedang Masamune, tak sanggup memotong apapun yang melewatinya. Tak ada daun yang teriris, ikan-ikan bahkan berenang disekitarnya. Udara mendesis lembut saat melewati pedang Masamune itu. Karena hal itu, Murasama merasa berbangga diri dan merasa kemenangan ada di tanganya.

Pada saat pertandingan itu berlangsung, seorang biarawan yang ikut menonton pertandingan tersebut menjelaskan bahwa pedang Murasama adalah pedang yang sangat bagus yang dapat memotong apapun. Sedangkan pedang Masamune adalah adalah pedang yang lebih bagus, karena tidak akan melukai yang tidak bersalah. Pedang Murasama menungjukan sifat jahat dan haus akan darah. Dengan begitu, hal ini menyebabkan tradisi pedang Murasama harus merasakan darah sebelum bertarung, bahkan sampai harus menyakiti pemiliknya sendiri untuk memuaskan rasa haus darahnya itu.

Banyak sekali legenda atau cerita dari pedang legendaris "Honjo Masamune" ini, salah satunya adalah yang diatas. Di lain kesempatan akan dibahas lagi berdasarkan legenda atau cerita yang berbeda.Semoga bermanfaat. Sumber Viva.co.id

Misteri Harta Freddy Budiman Terkait Kejahatan Narkoba

Jakarta - Sungguh mencengangkan kalau Freddy Budiman berani menawari eks Kalapas Nusakambangan, Liberty Sitinjak suap Rp 10 miliar. Dan kerennya Sitinjak menolak uang suap itu. Patut diapresiasi integritas Sitinjak.


Misteri Harta Freddy Budiman Terkait Kejahatan Narkoba


Tapi dari apa yang disampaikan Sitinjak itu, ada pertanyaan. Freddy sebagai bandar narkoba memiliki uang melimpah, yang diduga dari hasil kejahatan narkoba. Lalu kemana uang itu sekarang? Apakah tidak pernah dilakukan penyitaan pada harta benda terpidana narkoba?

Kepala Humas BNN Slamet Pribadi yang dikonfirmasi soal ini menjelaskan, dalam penanganan kasus Freddy, BNN hanya mengusut kasus ekstasi 1,4 juta. Atas kasus ini Freddy kemudian dihukum mati. (Baca juga: Aset Gembong Narkoba Freddy Budiman dari Villa Hingga Gudang, Totalnya Rp 80 M)

"BNN tidak pernah menyita aset," jelas Slamet, Senin (8/8/2016).

Menurut Slamet, BNN tidak pernah menyelidiki harta Freddy yang masuk ranah kasus pencucian uang. Dahulu memang kabarnya Freddy termasuk dalam kelompok bandar narkoba yang melakukan transaksi mencurigakan yang totalnya mencapai Rp 3,6 triliun.

"Selentingan kuping dia masuk yang 3,6 T itu bersama bandar narkoba lain. Kasus pencucian uang itu yang menangani Bareskrim, bagian Eksus," tegas Slamet.

Menurut dia, BNN setelah kasus 1,4 juta ekstasi tak pernah lagi menangani. Bareskrim yang belakangan menangusut Freddy, mulai dari kasus mengendalikan narkoba dari Lapas dan pencucian uang.

"Kami belum pernah lagi menangani Freddy, itu yang nangani Bareskrim," tutur dia.

Freddy dikenal sebagai terpidana narkoba yang banyak uang. Bahkan dia pernah memasukan model-model seksi ke dalam Rutan Cipinang. Hingga akhirnya apa yang dilakukan Freddy terungkap dan dia dipindahkan ke Lapas Nusakambangan.

Beberapa waktu lalu Bareskrim Polri memang pernah mengungkapkan mengusut kasus pencucian uang Freddy, terkait transaksi mencurigakan itu. Belum jelas apa hasil yang didapatkan, walau kabarnya pernah dilakukan rencana penyitaan sejumlah aset Freddy di beberapa daerah.

Sumber: News.detik.com

Penampakan Piramida Raksasa di Dasar Segitiga Bermuda

Struktur piramida aneh bawah air pada kedalaman 2000m diidentifikasi dengan bantuan sonar menurut ahli kelautan Dr Verlag Meyer.Studi struktur lain seperti Yonaguni di Jepang modern telah memungkinkan para ilmuwan untuk menentukan bahwa dua piramida raksasa, tampaknya terbuat dari sesuatu seperti kaca tebal, sangat mengesankan bahwa masing-masing lebih besar dari piramida Cheops di Mesir.

Beberapa ilmuwan Amerika, Perancis dan negara lainnya pada saat melakukan survey di area dasar laut Segitiga Bermuda, Samudera Atlantik, menemukan sebuah piramida berdiri tegak di dasar laut yang tak pernah diketahui orang sebelumnya, berada dibawah ombak yang menggelora! Panjang sisi dasar piramida ini mencapai 300 meter, tingginya 200 meter, dan jarak ujung piramida ini dari permukaan laut sekitar 100 meter.



Jika berbicara tentang ukuran, piramida ini lebih besar skalanya dibandingkan dengan piramida Mesir kuno yang ada di darat. Di atas piramida terdapat dua buah lubang yang sangat besar, air laut dengan kecepatan tinggi melalui kedua lubang ini, dan oleh karena itu menggulung ombak yang mengamuk dengan membentuk pusaran raksasa yang membuat perairan disekitar ini menimbulkan ombak yang dahsyat menggelora dan halimun pada permukaan laut. Penemuan terbaru ini membuat para ilmuwan takjub.


Baca Misteri Perairan Masalembo "Segitiga Bermuda"nya Indonesia Yang Belum Terungkap

Dibangun di Tanah - Tenggelam Selama Pergeseran Kutub Terakhir?Ada beberapa sarjana Barat yang berpendapat bahwa piramida di dasar laut itu mungkin awalnya telah dibuat di daratan, setelah bencana gempa bumi melanda dan mengubah landscape sepenuhnya.

Ilmuwan lain berpendapat bahwa beberapa ratus tahun yang lalu perairan daerah Segitiga Bermuda mungkin sebagai salah satu kegiatan terpenting dalam masyarakat Atlantis, dan Piramida di dasar laut mungkin merupakan gudang persediaan untuk mereka. Mungkin hal itu berkaitan dengan lomba bawah air humanoids ditemukan di Washington State pada tahun 2004 - yang disebut "air kera"

Sebuah penelitian yang lebih rinci dari waktu ke waktu akan memberikan hasil yang sulit untuk dibayangkan. Para ilmuwan telah mendapatkan semua data dan menyimpulkan bahwa permukaan halus sempurna itu agar terlihat seperti kaca atau es.
Ukuran piramida hampir tiga kali ukuran piramida Cheops. Kabar ini sensasional, dan dibahas pada konferensi di Florida dan bahkan dilaporkan di surat kabar Florida lokal.

Para wartawan hadir di dalamnya, memiliki banyak gambar dan data resolusi tinggi terkomputerisasi, yang menunjukkan tiga dimensi piramida yang sempurna mulus, tanpa ditutupi dengan permukaan dan terbebas dari kotoran atau ganggang atau retakan. Ada juga kecurigaan bahwa segitiga bermuda dan daerah di mana piramida ini diduga mungkin terletak semacam untuk "alasan suci" yang sedang dilindungi oleh dongeng masyarakat Atlantis - bahwa apapun yang menyilang lokasi dianggap sebagai persembahan.

Pendapat lainnya berhipotesis bahwa piramida bisa menarik dan mengumpulkan sinar kosmik , dari "medan energi" atau disebut "vakum kuantum" dan bahwa ini mungkin telah digunakan sebagai pembangkit listrik oleh peradaban Atlantis (atau siapa pun yang ada pada masa itu). Dengan misteri yang masih disekitar piramida Mesir dan faktanya bahwa struktur piramida tampaknya akan ditemukan di hampir semua budaya kuno,yang akan menjadi sulit untuk dikatakan dengan pasti asal-usul struktur ini atau jika itu benar-benar ada (kita belum mengalaminya di sana,namun begitu).

Lain lagi piramida besar, 10.000 kaki di dasar air Atlantik, dilaporkan telah ditemukan dengan kristal berdenyut di atasnya, oleh ekspedisi Tony Benik itu. Kelompok ini juga menemukan tablet kristal buram di sana, dan melaporkan bahwa ketika cahaya itu dipancarkan melalui itu, prasasti misterius tersebut menjadi terlihat.

Piramida dibawah laut ditemukan dilepas pantai Amerika Tengah, Yucatan, dan Louisiana, di mana kubah yang ditemukan di Selat Florida. Sebuah bangunan berbentuk pualam bergaya Yunani yang ditemukan antara Florida dan Kuba. Dan bagaimana dengan kolom yang memancarkan energi Dr.Zink menemukannya di Bahama dan Zink juga menemukan artefak lainnya dari penyelamannya di atas Atlantis, dan ketika dia diwawancarai oleh agen Steve Forsberg-Pikiran Internasional .

Piramida lainnya yang telah dieksplorasi oleh Dr.Ray Brown di dasar laut Bahama pada tahun 1970. Brown didampingi oleh 4 penyelam lainnya yang juga menemukan jalan, kubah, bangunan persegi panjang, instrumen logam tak dikenal, dan patung yang memegang "misterius" yang mengandung kristal piramida mini. Perangkat logam dan kristal dibawa ke Florida untuk analisis di sebuah universitas di sana. Apa yang ditemukan adalah bahwa kristal itu diperkuat oleh energi yang melewatinya.

Mungkin inilah alasannya mengapa membangun Piramida tersebut dari bahan kaca.!
Dr. Ray Brown Kristal Sphere. Pada tahun 1970, Dr.Ray Brown, seorang praktisi naturopati dari Mesa Arizona, pergi ke scuba diving dengan beberapa teman dekat ke Kepulauan Bari di Bahama, dekat dengan area yang populer dikenal dengan nama sebagai Lidah Samudera (ini digambarkan dalam acara tv "In Search Of - Atlantis", awalnya dibuat pada tahun 1979).

Dalam sebuah misi penyelaman itu, Brown menjadi terpisah dari teman-temannya dan sementara ia mencari mereka, ia terkejut ketika ia menemukan sebuah bentuk piramida aneh bersiluet cahaya warna biru laut. Setelah menyelidiki lebih lanjut, Brown terkejut dan betapa halusnya sebuah cermin dipermukaan batu dari seluruh strukturnya, dengan sambungan antar blok-blok individual hampir tak dapat dibedakan.

Berenang di sekitar batu penjuru, dan Brown berpikir mungkin telah terlapisi lazuli, ia menemukan sebuah pintu masuk dan memutuskan untuk mengeksplorasi di dalam. Melewati sepanjang lorong sempit, Brown akhirnya sampai di sebuah ruangan persegi panjang kecil dengan langit-langit berbentuk piramida.

Dia benar-benar kagum bahwa ruangan ini tidak mengandung ganggang atau koral yang tumbuh di dinding bagian dalam. Mereka benar-benar bersih! Selain itu, meskipun Brown tidak membawa alat penerangan cahaya bersamanya, ia tetap bisa melihat segala sesuatu di dalam ruangan dengan penglihatan normal. Ruangan itu cukup terang, tapi tidak ada sumber cahaya langsung yang terlihat. Perhatian Brown tertarik pada batang nikel metalik berdiameter 3 inchi tergantung di puncak tengah ruangan dan di ujungnya telah terpasang permata banyak faceted merah, yang meruncing ke satu titik.

Langsung di bawah batang ini, dan permata di letakkan ditengah ruangan, ada yang berdiri dari batu berukir atasnya oleh piring batu dengan menggulir ujungnya. Di piring ada sepasang tangan logam berukir perunggu berwarna, hidup-ukuran, yang tampak menghitam dan dibakar, seolah-olah yang telah mengalami panas yang luar biasa.

Terletak di tangan, dan terletak empat kaki langsung di bawah titik batang langit-langit permata, adalah sebuah bola kristal berdiameter 4 inchi. Brown mencoba untuk melonggarkan batang langit-langit dan batu permata merah tapi tidak akan bergerak. Kembali ke bola kristal, ia menemukan,dan takjub, bahwa itu dapat dipisahkan dengan mudah dari pemegang tangan perunggu. Dengan bola kristal di tangan kanannya dia kemudian membuat jalan keluar dari piramida.

Saat ia pergi, Brown merasakan sebuah kehadiran misterius tak terlihat dan mendengar suara yang mengatakan kepadanya jangan pernah kembali!Bagaimanakah orang zaman dahulu membangun piramida dan hidup didasar laut dengan lautnya yang gemuruh menggelora? Ada beberapa ilmuwan Barat yang berpendapat bahwa Piramida di dasar laut ini mungkin awalnya dibuat diatas daratan, lalu terjadi gempa bumi yang dahsyat, dan tenggelam ke dasar laut seiring dengan perubahan di darat. Ilmuwan lainnya berpendapat bahwa beberapa ratus tahun yang silam perairan di area Segitiga Bermuda mungkin pernah sebagai salah satu landasan aktivitas bangsa Atlantis, dan Piramida di dasar laut tersebut mungkin sebuah gudang pemasokan mereka.

Ada juga yang mencurigai bahwa Piramida mungkin sebuah tanah suci yang khusus dilindungi oleh bangsa Atlantis pada tempat yang mempunyai sejenis kekuatan dan sifat khas energi kosmosnya, dia (Piramida) bisa menarik dan mengumpulkan sinar kosmos, medan energi atau energi gelombang lain yang belum diketahui.dan struktur pada bagian dalamnya mungkin adalah resonansi gelombang mikro, yang memiliki efek terhadap suatu benda dan menghimpun sumber energi lainnya.

Kembali Ke Kebelakang 5000 Tahun Yang Telah LampauBenarkah demikian? Master Li Hongzhi dalam buku Zhuan Falun mempunyai penjelasan tentang penemuan peradaban prasejarah sebagai berikut, "Di atas bumi ada benua Asia, Eropa, Amerika Selatan, Amerika Utara, Oceania, Afrika dan benua Antartika, yang oleh ilmuwan geologi secara umum disebut ‘lempeng kontinental". Sejak terbentuknya lempeng kontinental sampai sekarang, sudah ada sejarah puluhan juta tahun. Dapat dikatakan pula bahwa banyak daratan berasal dari dasar laut yang naik ke atas, ada juga banyak daratan yang tenggelam ke dasar laut, sejak kondisi ini stabil sampai keadaan sekarang , sudah bersejarah puluhan juta tahun".

"Namun di banyak dasar laut, telah ditemukan sejumlah bangunan yang tinggi besar dengan ukiran indah, dan bukan dari warisan budaya umat manusia modern, jadi pasti bangunan yang telah dibuat sebelum ia tenggelam ke dasar laut".

Dilihat dari sudut ini, misteri Piramida di dasar laut telah teratasi. Kami hanya melihat hasil dari peristiwa bumi terdahsyat yang mengakibatkan perubahan permukaan air laut meningkat naik dan banyak peradaban pesisir yang hilang. Para ilmuwan telah mengetahui lebih banyak tentang permukaan bulan kemudian mereka melakukan lagi tentang kedalaman samudera di bumi.
Mungkin kita harus mengikuti langkah James Cameron dan mulai mengajukan pertanyaan lebih lanjut tentang apa yang sebenarnya terjadi di sana bahkan mungkin harus mengeksplorasi diri kita sendiri.

Sumber: http://forum.viva.co.id/indeks/threads/penampakan-piramida-raksasa-di-dasar-segitiga-bermuda.2247825/

Kisah Ulama Yang Sudah Dikubur dan Hidup Kembali

Suatu saat, Abdullah bin Umar Al Baidlawi sudah dianggap meninggal oleh orang-orang di sekitarnya. Usai dirawat sebagaimana jenazah pada lazimnya, ia dikebumikan dan diratakan tanah di atas pusaranya. Namun, setelah dikubur, Abdullah ternyata belum mati. Hanya jantung dan napasnya yang berhenti sementara.

Demikian dikatakan Habib Abdullah bin Abdurrahman Al-Muhdlar dari Hadramaut, Yaman saat menjawab pertanyaan salah satu pengunjung tentang mati suri dalam acara Haflah Akhir Sanah Pesantren Darut Tauhid Al Huda, Jatilawang, Wanayasa, Banjarnegara.

Ia melanjutkan, karena orang tersebut hidup namun tidak bisa keluar dari dalam kuburan, Abdullah bin Umar kemudian bernadzar. Jika saya bisa hidup kembali ke dunia sebagaimana semula, aku bernadzar akan menafsiri Al-Qur’an.

Ternyata, tidak sampai selang waktu lama, ada seorang yang berprofesi sebagai pencuri kain kafan datang menggali kuburan di mana Abdullah dikebumikan. Ia kaget bukan kepalang. Jenazah yang ia gali dapat bergerak sendiri. Ia pun lari tunggang-langgang.

Habib muda ini melanjutkan, jenazah yang hidup lagi ini lalu menyeru kepada pencuri, “Hai, jangan lari, kemari! Begini, kamu ini ingin mencuri kain kafanku bukan?”

“Iya,” jawab pencuri.

“Sekarang, bawalah kain kafanku ini dan katakan kepada orang kampung suruh mereka mengirimkanku pakaian kemari,” pesan Abdullah. Dan benar, setelah kembali, Abdullah bin Umar ini menyusun tafsir Anwarut Tanzil wa Asrarut Ta’wil yang terkenal dengan Tafsir Al-Baidlawi.

Habib Muhdlar menyimpulkan dengan adanya kisah tersebut, bahwa siapa pun dalam memutuskan perkara harus ada kalimat wallahu a’lam. Manusia hanya memutuskan yang tampak lahir saja. Sedangkan hakikatnya hanya Allah yang maha tahu.

“Seperti dokter di akhir zaman ini yang langsung memvonis mati salah satu pasien, misalnya. Mereka tanpa mengatakan allahu a‘lam. Padahal ini hanya pengetahuan saja. Bukan hakikat sebagaimana yang terjadi dalam cerita di atas,” tandasnya.

Maka tak jarang, lanjutnya, banyak orang mati yang hakikatnya belum mati namun ia mati justru baru saat ia dikubur, karena ia tak bisa bernapas atau yang lainnya sedangkan dokter memang sudah memberikan vonis mati. Di sinilah pentingnya kalimat allahu a’lam.

Terakhir, dai dari Yaman ini berpesan supaya tidak terlalu terburu-buru dalam mengurus jenazah. Cepat itu perlu, tapi jangan terlalu. Ciri-ciri orang mati setidaknya ada tiga hal, di antaranya hidung yang sudah melenceng, seperti meleleh ke samping, telapak kaki yang sudah tidak tegak ke atas, dan mulut yang berbau busuk.

Sumber:indospiritual.com

Goa Ini Bisa Mengantarkanmu Menuju Mekah

Masyarakat Indonesia sangat kental dengan kepercayaan dan mitos. Beragam mitos bisa kita temukan di berbagai daerah, dari Sabang sampai Merauke. Meski zaman terus maju, tapi ada beberapa kepercayaan yang tak luntur dan masih di percaya. Salah satunya kepercayaan bahwa ada gua yang bisa menembus Mekah.

Gua ini bernama Tujuh (Guha Tujoh). Hampir semua orang pernah mendengar mengenai Gua Tujuh itu. Gua ini terletak di Jl. Banda Aceh – Medan KM 100, Desa Laweung, Kecamatan Muara Tiga, Kabupaten Pidie, Aceh. Terdapat tujuh pintu utama untuk memasuki gua yang dianggap sebagai peninggalan sejarah oleh masyarakat daerah Laweung ini. Ke Tujuh pintu tersebut mempunyai sisi yang berbeda-beda.


Gua ini dikelilingi dengan gunung yang tak berhutan alias pegunungan bebatuan. Memasuki kawasan Gua Tujuh tentu harus berhati-hati. Namun, panorama pengunungan bebatuan di selah-selah bukit tinggi begitu menawan. Berbatasan dengan daerah laweung dekat Selatan, siapapun yang menuju ke daerah tesebut bisa melepaskan pandangan ke pesisir pantai laut selatan. Tentu memiliki keindahan tersendiri jika berada di puncak gua tersebut.


Gua eksotis ini penuh dengan misteri. Kabarnya di dalam gua tersebut terdapat sebuah batu besar yang bergantung tanpa ada penahan, yang artinya anti gravitasi. Pembuktian dari ketidakmungkinan itulah yang menimbulkan keinginan kuat untuk dapat menyaksikan sendiri dari fenomena tersebut.


Satu kepercayaan yang paling fenomenal adalah salah satu pintu dari ke tujuh pintu utama ini bisa menembus Mekah! Belum pernah ada yang mencatat jarak masing-masing terowongan tersebut. Goa tujuh ini memiliki pintu masuk yang berdiameter 0,6 m dan lebar 15 m. Namun, hingga kini kabar ini tidak dapat dibuktikan kebenarannya. Yang pasti, gua itu sebenarnya bernama Gua Aulia Tujuh karena merupakan tempat bersemayam 7 orang Aulia yang dikeramatkan.

Sebagai sebuah gua yang dikeramatkan dan sering dijadikan sebagai tempat pertapaan, pada suatu tingkatan tertentu orang yang melakukan tapa tersebut dapat berpindah tempat ke Mekah dengan cara yang tidak dapat dijelaskan kekuatan pikir manusia. Kondisi itulah yang selanjutnya menjadi rumor bahwa gua tersebut mempunyai jalan masuk ke Mekah. Lepas dari mitos yang menjadi bumbu, keindahan gua pun begitu eksotis dan menawan. Patut untuk kamu kunjungi kala berkunjung ke Aceh. Sumber: http://forum.viva.co.id/

Membongkar Misteri Asal Usul Musuh Israel Kuno

Terbongkarnya misteri bangsa Filistin lewat temuan pemakaman kuno, menepis mitos kerabat Goliath tersebut tak beradab. Bangsa Filistin disebut dalam Alkitab sebagai musuh Israel kuno bermigrasi ke Israel abad 12 SM.



Penelitian tiga dekade

Tim arkelogi Amerika mengungkap temuan makam kuno bangsa Filistin setelah penelitian selama tiga dekade. Penggalian situs ini di bawah pimpinan Leon Levy bekerjasama dengan Museum Semit Universitas Harvard dan lembaga lain. Tim meneliti sisa pemukiman Filistin di Ashkelon, Israel. Pada abad SM-12, kaum Filistin menetap di selatan kawasan yang kini dikenal sebagai Tel Aviv.

Goliath, tokoh terkenal bangsa Filistin

Bangsa Filistin dikenal sebagai musuh bangsa Israel kuno. Bangsa Filistin hidup sekitar tiga ribu tahun yang lalu sebagai orang asing di wilayah Yahudi di dekat wilayah yang sekarang disebut Tel Aviv. Dalam Alkitab dikisahkan, Goliath merupakan tokoh paling terkenal bangsa Filistin. Pada kitab perjanjian lama itu diceritakan raksasa tersebut dibunuh oleh Daud, raja Israel.

Tak ditemukan kerangka raksasa

Di pemakaman kuno ditemukan sekitar 145 kerangka. Kerangka yang paling besar di makam ini adalah 1,8 meter. "Dari temuan ini, kita dapat melihat bahwa kehidupan mereka tidak mudah," kata antropolog dan ahli patologi Sherry Fox. "Dari struktur giginya, terlihat ada masalah di masa kanak-kanak, baik itu bekas demam tinggi atau kekurangan gizi."

Temuan bernilai tinggi

Orang Filistin adalah pedagang dan pelaut yang tinggal di daerah yang kini disebut Gaza dan Tel Aviv dari 1200 sampai sekitar 600 SM. Jasad dikuburkan bersama perhiasan, keramik, tempat anggur, dan botol minyak wangi serta senjata. Para arkeolog juga menemukan beberapa peralatan kremasi langka dan mahal untuk periode itu, dan beberapa kendi besar berisi tulang-tulang bayi.

Memupus mitos tak berbudaya

Penemuan pertama pemakaman Filistin ini menepis anggapan bangsa ini terbelakang, kata arkeolog Lawrence Stager. Orang-orang Filistin dikenal dengan gambaran yang sangat buruk. Dianggap "tidak beradab dan bermabuk-mabukan", kata Stager. Kenyataannya, mereka berbudaya dan ahli dalam pertanian anggur dan pembuatan minyak.

Kehidupan kosmopolitan pada masanya

"Kehidupan mereka jauh lebih elegan, kosmopolitan dan duniawi serta terhubung dengan bagian lain dari timur Mediterania", kata peneliti Lawrence Stager. Ini bahkan bertolak belakang dari gaya hidup sederhana orang Israel yang tinggal di bukit ke arah timur. Mereka berbicara bahasa Indo-Eropa, tidak disunat seperti orang Yahudi, dan makan daging babi dan anjing, demikian ujar para peneliti.

Penelusuran asal usul

Peneliti menemukan DNA pada bagian-bagian kerangka. Temuan ini membuka harapan terbongkarnya asal-usul orang Filistin. Bangsa ini diduga berasal dari kawasan Mediterania. Satu teori menunjukkan mereka berasal dari Siprus dan lainnya mengatakan dari Yunani.

Isu sensitif

Penemuan ini dirahasiakan selama tiga tahun. Baru tahun 2016 diungkap. Penggalian pemakaman bangsa Filistin adalah isu sensitif di wilayah itu. Pada tahun 2010, kaum Yahudi ultra-ortodoks memprotes penggalian kuburan kuno tersebut, dengan alasan makam orang meninggal tidak boleh diganggu bahkan berabad-abad setelah pemakaman.Sekarang penggalian selesai dan kuburan ditutup lagi.

Sumber: www.dw.com