Dunia Misteri

Misteri Ratusan Tulang Belulang Manusia di Gua Kalimantan


Gua Tengkorak, Kalimantan TimurDesa Kasungai, Kecamatan Batu Sopang di Kalimantan Timur memiliki Gua Tengkorak. Sesuai namanya, gua ini berisi puluhan tengkorak dan tulang belulang manusia yang misterius dan tak diketahui secara jelas dari mana asalnya.

Diperkirakan saat ini ada sekitar 35 tengkorak dan 170 tulang belulang serta sejumlah serpihan tulang di gua tersebut.

Meski misterius, masyarakat setempat meyakini tulang belulang itu merupakan milik nenek moyang mereka yang merupakan masyarakat Paser dari zaman Kerajaan Sadurengas abad ke-16 Masehi.

Keyakinan itu membuat masyarakat 'mengeramatkan' Gua Tengkorak. Tak heran bila gua tersebut begitu terawat dan tulang belulang manusia yang ada di dalamnya pun sengaja disusun rapi oleh masyarakat sekitar.

Meski dikeramatkan dan menawarkan suasana yang agak mistis, gua ini justru banyak dilirik wisatawan.

Pusaka Suku Papua Berumur Ratusan Tahun Ternyata Alquran

Islam telah lama masuk ke bumi Papua, sejak ratusan tahun yang lalu. Hal ini terbukti dengan masih adanya peninggalan-peninggalan ajaran Islam yang dipegang erat oleh suku-suku di Papua sebagai sebuah hukum adat.


Seperti di sebuah wilayah pesisir antara Sorong dan Papua, terdapat satu suku yang diketahui merupakan kaum muslim. Namun sayangnya, mereka tak lagi mengajarkan Islam secara turun-temurun, karena mereka dilahirkan sebagai muslim namun tidak memahami agama Islam.

Mereka sudah tidak mengenal Syahadat. Mereka hanya mengenal satu ajaran adat, yaitu tak boleh makan babi. Meski babi adalah santapan yang masyhur di Papua.

Orang-orang suku itu menganggap larangan tersebut sebagai hukum adat, padahal itu adalah hukum Islam. Menariknya lagi, sang kepala suku mempunyai satu barang yang sangat dikeramatkan berupa sebuah kotak yang menyimpan pusaka turun-temurun.

Mereka tak tahu pasti benda apa itu. Saat mulai banyak nelayan muslim yang datang ke wilayah itu, suatu ketika sang kepala suku menunjukkan pusaka yang telah disimpannya selama ratusan tahun.

Tak dinyana, ketika kotak dibuka, para nelayan muslim pun terkejut karena ternyata isi kotak 'keramat' itu adalah sebuah Alquran yang sudah sangat tua.

Ternyata sudah sejak berabad-abad lalu suku ini menganut Islam. Namun mungkin karena tak ada orang yang mensyiarkan secara turn-temurun, ajaran Islam pun hilang dan tak lagi dikenali di tempat ini.
Tinggallah sebuah pusaka yang diwasiati secara turun-temurun dan mereka anggap sebagai benda keramat, yang ternyata adalah kitab suci umat Islam, Alquran.

Sumber: Dream.co.id

Tahukah Kamu Siapa Sebenarnya Nyi Roro Kidul..?

Ada beberapa versi. Robert Wessing dalam “A Princess from Sunda: Some Aspects of Nyai Roro Kidul,” Asian Folklore Studies Vol. 56 tahun 1997, menyatakan bahwa Ratu Kidul ini mulanya adalah putri dari Kerajaan Galuh, sekira abad 13. Ada pula versi yang menyebut dia adalah keturunan penguasa Pajajaran. Kemudian ada yang mengatakan dia keturunan Raja Airlangga dari Kahuripan, bahkan masih ada yang mengaitkannya dengan Raja Kediri Jayabaya.


Tahukah Kamu Siapa Sebenarnya Nyi Roro Kidul..?


Dikisahkan, Ratu Ayu dari Galuh melahirkan seorang bayi perempuan. Keanehan muncul, bayi perempuan itu bisa bicara dan mengatakan bahwa dia adalah penguasa semua lelembut di tanah Jawa dan akan berdiam di Pantai Selatan. Bersamaan itu pula, roh Raja Sindhula dari Galuh pun muncul dan bersabda bahwa cucunya tersebut tak akan bersuami untuk menjaga kesucian dirinya, dan jika bersuami pun kelak adalah hanya bisa dikawini oleh raja-raja Islam di Jawa.

Ratu Pantai Selatan ini menunggu suaminya hingga dua abad lamanya. Panembahan Senapati, yang memerintah Mataram Islam 1585-1601, pergi ke Pantai Selatan untuk bersemedi memohon petunjuk untuk memenangkan peperangan melawan Sultan Pajang di Prambanan. Konon ketekunannya membuat Laut Selatan bergolak. Istana ratu Pantai Selatan yang berada didasarnya porak poranda karena kekuatan doa Panembahan Senapati.

Ratu Kidul pun keluar sarang, muncul di permukaan lautan. Dia tertegun melihat seorang pemuda gagah tengah bersemedi. Dia langsung jatuh hati dan bersimpuh di kaki Panembahan Senapati. Setelah bercinta tiga hari tiga malam di istana bawah Laut Selatan, ratu Pantai Selatan pun berjanji akan membantu Senapati memenangkan peperangan.

Senapati pun bergegas menuju palagan Prambanan dengan dibantu pasukan arwah dari Pantai Selatan. Panembahan Senapati menang gemilang.

Cucu panembahan senapati, Sultan Agung yang memerintah 1613-1646, membuat tarian bedhaya yang mengisahkan balada cinta kakeknya dengan Ratu Kidul. Saat terjadi palihan nagari 1755, tulis Nancy K. Florida dalam “The Badhaya Katawang: A Translation of the Song of Kangjeng Ratu Kidul,” Indonesia Nomor 53 tahun 1992, keraton Yogyakarta mendapat bagian bedhaya semang dan keraton Surakarta bedhaya ketawang. Tarian ini menjadi sakral dan wajib saat upacara penobatan raja baru.


Dalam pidato penerimaan penghargaan Ramon Magsaysay 1988, sastrawan Pramoedya Ananta Toer mengatakan bahwa cerita Ratu Laut Kidul itu hanya mitos belaka. Dalam pidato tertulisnya yang berjudulSastra, Sensor dan Negara: Seberapa Jauh Bahaya Bacaan? Pram menjelaskan para pujangga istana Mataram menciptakan mitos Nyi Roro Kidul sebagai kompensasi kekalahan Sultan Agung saat menyerang Batavia, sekaligus gagal menguasai jalur perdagangan di Pantai Utara Jawa.

“Untuk menutupi kehilangan tersebut pujangga Jawa menciptakan Dewi Laut Nyai Roro Kidul sebagai selimut, bahwa Mataram masih menguasai laut, di sini Laut Selatan (Samudera Hindia). Mitos ini melahirkan anak-anak mitos yang lain: bahwa setiap raja Mataram beristerikan Sang Dewi tersebut,” tulis Pram.
Pram juga mengatakan bahwa mitos tabu menggunakan pakaian berwarna hijau di wilayah Pantai Selatan karena pujangga istana Mataram ingin memutuskan asosiasi orang pada warna pakaian tentara Kompeni yang juga berwarna hijau.

Hubungan Sultan Yogyakarta dengan Nyai Roro Kidul, dalam tulisan Nancy K. Florida, pernah renggang pada saat meninggalnya Sultan Hamengkubuwono IX, akhir tahun 1988. Namun, saat penobatan Sultan Hamengkubuwono X, dengan melihat histeria massa dalam penobatannya, konon dukungan dan hubungan dengan Nyai Roro Kidul baik-baik saja.

Kini mengemuka wacana bahwa Sultan Hamengkubuwono X akan digantikan oleh anak perempuannya. Dan kedudukan sultan yang selama berabad-abad diemban oleh lelaki (putra mahkota) kemungkinan besar akan beralih kepada seorang ratu (putri mahkota). Dengan demikian, hubungannya dengan Nyi Roro Kidul pun sepertinya harus didefinisi ulang.

Baca: Menguak Misteri Rumah Makan yang ada Penglarisnya

Penelitian: Mengapa Anak Pertama Itu Kerap Lebih Cerdas

Selama ini banyak yang mengatakan bahwa anak pertama akan terlahir lebih cerdas dibandingkan dengan sodara-sodaranya yang lainnya. Untuk menjawab minos tersebut seorang ilmuan dari Universitas Leipzig, mencoba melakukan penelitian guna menjawab mitos tersebut.


Penelitian: Mengapa Anak Pertama Itu Kerap Lebih Cerdas


Penelitian yang melakukan pengetesan pada keperibadian dan tes IQ itu melibatkan sebanyak 20.000 orang sebagai respondennya, guna membuktikan bahwa otak anak pertama lebih encer dan saudara yang dilahirkan sesudahnya kecerdasannya sedikit berkurang. Selain itu selama ini anak paling terakhir bisanya juga merasa kalau diri mereka kurang cerdas.

Hasil tes IQ ini mengungkapkan bahwa tingkat IQ anak pertama ke anak selanjutnya hanya berkurang 1,5 poin saja. Dan karena alasan ini lah mengapa dikatakan bahwa anak pertama bisanya lebih cerdas dari adik-adiknya. Untuk anda yang bukan anak pertama anda tidak lah perlu khawatir.

Lalu yang menjadi pertanyaan mengapa hal tersebut bisa terjadi? Apakah anak pertama dilahirkan dengan berkah khusus? Dan jawabannya adalah tidak.

Meski belum yakin seratus persen mengapa kebanyakan anak sulung lebih cerdas dari adik-adiknya, ilmuwan Universitas Leipzig percaya bila kecerdasan itu adalah hasil dari didikan dan perhatian orang tua yang lebih ‘terfokus’. Berbeda dengan anak kedua dan seterusnya yang mendapat perhatian dengan porsi lebih sedikit, mengingat orang tua akan mulai membagi-bagi perhatiannya.

Walaupun masih belum bisa dikatakan seratus persen anak pertama memiliki kercedasan lebih dibandingkan sodara-sodaranya, namun diyakini oleh ilmuwan Universitas Leipzig, bahwa kecerdasan yang didapat oleh anak pertama itu diperoleh dari hasil didikan kedua oarang tua mereka karena lebih fokus. Berbeda ketika mereka sudah memiliki anak kedua dan seterusnya

“Saat anak sulung mendapat perhatian penuh orangtua, setidaknya untuk beberapa bulan atau tahun, adik-adiknya dari awal kelahiran mereka harus berbagi perhatian orang tua,” ungkap Dr. Julia Rohrer dari Universitas Leipzig, Daily Mail (19/10).




Alasan selanjutnya mengapa anak sulung biasanya lebih cerdas dari adik-adinya ialah, adanya tuntutaan bagi mereka untuk mendidik adik-adiknya. Ketika anak pertama terlahir mereka akan memiliki naluri menjadi guru untuk adik-adinya menjelaskan mengenai hal-hal di dunia ini yang lebih mereka ketahui.

“Mengajari orang lain membutuhkan kecerdasan tinggi – anak-anak sulung perlu mengingat pengetahuan mereka terlebih dulu, lalu membangunnya ulang sembari memikirkan cara terbaik untuk menjelaskan kepada adik-adik. Hal ini secara berkelanjutan meningkatkan intelejensi anak sulung,” papar, Dr. Rohrer.

Penelitian ini disebutkan menggunakan atau melakukan penelitian pada sebuah keluarga yang memiliki dua anak, dengan hasil 60 anak pertama lebih cerdas dari adiknya. Sehingga anda yang anak pertama tidak perlu terburu-buru ‘menyombongkan diri’ dan bagi anda yang anak kedua dan seterusnya tidak perlu bersedih. Karena bukan tidak mungkin anak kedua dan seterusanya bakalan memiliki kecerdasan lebih dari kakak-kakaknya. (Merdeka.com)

Baca:  Penelitian: Nabi Sulaiman Wafat Di Indonesia, Apa Benar??

Terungkap FOTO BUKTI Nabi Musa AS Benar-Benar Membelah Lautan!

Masih ingat dengan kisah mukjizat Nabi Musa yang membelah laut merah dengan tongkatnya? Jika teman-teman menganggap kisah tersebut hanya merupakan dongeng belaka, sekarang mari kita simak uraian dibawah ini.

Terungkap FOTO BUKTI Nabi Musa AS Benar-Benar Membelah Lautan!

Seorang Arkeolog bernama Ron Wyatt pada ahir tahun 1988 silam mengklaim bahwa dirinya telah menemukan beberapa bangkai roda kereta tempur kuno didasar laut merah. Menurutnya, mungkin ini merupakan bangkai kereta tempur Pharaoh yang tenggelam dilautan tsb saat digunakan untuk mengejar Musa bersama para pengikutnya.

Menurut pengakuannya, selain menemukan beberapa bangkai roda kereta tempur berkuda, Wyatt bersama para krunya juga menemukan beberapa tulang manusia dan tulang kuda ditempat yang sama.

Temuan ini tentunya semakin memperkuat dugaan bahwa sisa tulang belulang itu merupakan bagian dari kerangka para bala tentara Pharaoh yang tenggelam di laut Merah.

Apalagi dari hasil pengujian yang dilakukan di Stockhlom University terhadap beberapa sisa tulang belulang yang berhasil ditemukan,memang benar adanya bahwa struktur dan kandungan beberapa tulang telah berusia sekitar 3500 tahun silam, dimana menurut sejarah,kejadian pengejaran itu juga terjadi dalam kurun waktu yang sama.

Selain itu, ada suatu benda menarik yang juga berhasil ditemukan, yaitu poros roda dari salah satu kereta kuda yang kini keseluruhannya telah tertutup oleh batu karang, sehingga untuk saat ini bentuk aslinya sangat sulit untuk dilihat secara jelas. Mungkin Allah sengaja melindungi benda ini untuk menunjukkan kepada kita semua bahwa mukjizat yang diturunkan kepada Nabi2-Nya merupakan suatu hal yang nyata dan bukan merupakan cerita karangan belaka. Diantara beberapa bangkai kereta tadi, ditemukan pula sebuah roda dengan 4 buah jeruji yang terbuat dari emas. Sepertinya, inilah sisa dari roda kereta kuda yang ditunggangi oleh Pharaoh sang raja.

Sekarang mari kita perhatikan gambar di bawah, Pada bagian peta yang dilingkari (lingkaran merah), menurut para ahli...

Terungkap FOTO BUKTI Nabi Musa AS Benar-Benar Membelah Lautan!

Sekarang mari kita perhatikan gambar di atas, Pada bagian peta yang dilingkari (lingkaran merah), menurut para ahli kira-kira disitulah lokasi dimana Nabi Musa bersama para kaumnya menyebrangi laut Merah. Lokasi penyeberangan diperkirakan berada di Teluk Aqaba di Nuweiba. Kedalaman maksimum perairan di sekitar lokasi penyeberangan adalah 800 meter di sisi ke arah Mesir dan 900 meter di sisi ke arah Arab. Sementara itu di sisi utara dan selatan lintasan penyeberangan (garis merah) kedalamannya mencapai 1500 meter. Kemiringan laut dari Nuweiba ke arah Teluk Aqaba sekitar 1/14 atau 4 derajat, sementara itu dari Teluk Nuweiba ke arah daratan Arab sekitar 1/10 atau 6 derajat.

Diperkirakan jarak antara Nuweiba ke Arab sekitar 1800 meter.Lebar lintasan Laut Merah yang terbelah diperkirakan 900 meter. Dapatkah kita membayangkan berapa gaya yang diperlukan untuk dapat membelah air laut hingga memiliki lebar lintasan 900 meter dengan jarak 1800 meter pada kedalaman perairan yang rata2 mencapai ratusan meter untuk waktu yang cukup lama, mengingat pengikut Nabi Musa yang menurut sejarah berjumlah ribuan? (menurut tulisan lain diperkirakan jaraknya mencapai 7 km, dengan jumlah pengikut Nabi Musa sekitar 600.000 orang dan waktu yang ditempuh untuk menyeberang sekitar 4 jam).

Menurut sebuah perhitungan, diperkirakan diperlukan tekanan (gaya per satuan luas) sebesar 2.800.000 Newton/m2 atau setara dengan tekanan yang kita terima Jika menyelam di laut hingga kedalaman 280 meter. Jika kita kaitkan dengan kecepatan angin,menurut beberapa perhitungan, setidaknya diperlukan hembusan angin dengan kecepatan konstan 30 meter/detik (108 km/jam) sepanjang malam untuk dapat membelah dan mempertahankan belahan air laut tersebut dalam jangka waktu 4 jam!!! sungguh luar biasa, Allah Maha Besar. Penyelam yang menemukan Bangkai kereta dan roda.

Baca: Masih Misteri Kapal Nabi Nuh Berasal Dari Pulau Jawa

Sumber: Kabarmuslim.tk

Inilah.. Misteri Benda Yang Paling Dincar oleh Bangsa Yahudi

Inilah.. Misteri Benda Yang Paling Dincar oleh Bangsa Yahudi
Ini neh barangnya yang paling dicari bangsa yahudi, barang bertuah, sakti mandraguna. Kalau keris2 dari jawa kalah lah saktinya, hehe. Ini namanya TABUT.

Gambar di atas merupakan gambaran replika benda yang paling ditakuti pada masa Perjanjian Lama. Setidaknya begitulah gambarannya. keberadaanya dulu begitu kuat dan sangat berpengaruh terhadap bangsa Israel semenjak peristiwa exodus keluar dari Tanah Mesir. Namun, benda itu kini telah hilang ditelan masa, lenyap dari sejarah, dan tak ada yang tahu dimana letaknya sekarang.

Atau baca : Misteri Dibalik Tenggelamnya Kapal Titanic Satu Abad Lalu

1000 tahun sebelumnya, King Salomo/Sulaiman a.s membangun bait aslinya di gunung ini untuk menyimpan benda misterius yang disebut the Ark of the Covenant / Tabut perjanjian.Gunung ini kini menjadi situs Dome of the Rock / Qubbah As-Sakhrah yang luar biasa.

Apa yang terjadi pada benda terpenting di perjanjian lama ini sehingga bisa lenyap begitu saja? Kisah Tabut itu berawal lebih dari 3000 tahun yang lalu. Seseorang memimpin 2 juta orang ke Gurun Sinai. Orang itu adalah Moses/Musa a.s yang memimpin kaumnya keluar dari perbudakan di Mesir. Tiga bulan mengembara setelah mukjizat terbelahnya laut merah, Ia membawa orang Israel ke Gunung Sinai. Tuhan akan melimpahkan hadiah yang belum pernah ada bagi umat manusia. Dari ratusan hukum yang ada di dalam Perjanjian Lama semuanya seolah diturunkan dari suatu tempat. Tapi tidak dengan 10 hukum besar yang dibawa Musa turun dari Gunung Sinai ini. Ada sepuluh perintah Allah yang diturunkan kepada Musa di Gunung Sinai, dan perintah-perintah itu tertulis pada dua loh batu. Musa juga membuat tempat/wadah yang digunakan untuk menyimpan sepuluh perintah Allah yang disampaikan kepadanya di Gunung Sinai ,yaitu apa yang kita sebut sebagai Tabut Perjanjian.
Tabut itu dibuat sangat spesifik, berwujud peti kayu dengan panjang 1,2 meter, lebar 61 cm, dan tinggi 61 cm. Terbuat dari kayu keras yang disebut akasia, bagian luar dan dalamnya disepuh dengan emas murni. Di sudut-sudut tabut harus ada 4 cincin emas, dimana kayu pengusung yang juga disepuh dengan emas dapat dimasukkan untuk membawa Tabut tersebut. Tutupnya yang juga disebut sebagai "tumpuan kaki tuhan" harus juga terbuat dari emas murni, dimana Patung Mailakat bersayap emas (kerubim) juga diletakkan di ujung-ujung atasnya dan saling berhadapan.

Alasan Israel mencari benda ini: Tabut itu mendampingi Kaum Israel 40 tahun lama-nya selama mereka mengembara dan berperang. Bersama tabut itu, orang Israel mampu menaklukkan tanah yang dijanjikan. Benda ini mengandung kekuatan dan kepentingan yang tak terbayangkan. Menurut cerita dalam Alkitab Yahudi, tabut itu dibawa di depan pasukan dalam setiap pertempuran, tiap pertempuran selama penaklukkan orang Israel akan tanah Kanaan. Ia terus menerus dibawa dalam perang agar musuh dapat terkalahkan dan Tabut itu akan selalu berada di garis depan. Namun pada Route of the Exodus 300 tahun kemudian, Tabut itu meninggalkan orang Israel dan dampaknya sangat buruk bagi mereka. Saat pendeta tinggi mengabaikan kewajiban kurban mereka , Tabut itu tak melindungi mereka dalam perang melawan orang Filistin. 30 ribu orang tewas dan orang Filistin mengambil tabut itu. Namun, tujuh bulan kemudian orang Filistin mengembalikannya. Wabah borok dan tikus merebak akibat Tabut itu. Akhirnya, di bawah King David ( Daud a.s ), orang Israel bisa mengalahkan orang Filistin, lalu memenangkan pertahanan terakhir dari pihak lawan. Kemudian, Kota Yerusalem yang dijadikan ibukota. Tuhan menyuruh Daud mendirikan Bait Suci untuk menempatkan tabut tersebut, tapi puteranya Salomo/Sulaiman a.s yang mebangunnya. Karena kasus itu, Gunung Moria menjadi "titik tertinggi" di dalam kota tersebut. Visi Salomo untuk Bait itu tak seperti yang pernah dilihat orang. Gereja Zion of Mary di Axum Utopia adalah dipercayaai tempat dimana Tabut tersebut disembunyikan:



Kini muncul lagi berita baru tentang letak tabut perjanjian ada di dalam masjid al aqsa, maka dari itu israel dengan sangat keras berupaya agar masjid al aqsa segera di ratakan. alasannya adalah klasik, yaitu bahwa dalam masjid al aqsa di sinyalir menyimpan senjata pemusnah masal dan sebagai tempat bersembunyi pimpinan utama al -qaeda, yang dimaksud dengan haikal sulaiman adalah istana sulaiman yang di kira bangsa yahudi sebagai masjid al aqsa sekarang. majidil aqsha.

Baca juga:

TEUKU MARKAM PENYUMBANG EMAS MONAS YANG TERLUPA

Pernahkah terbesit di benak kita, siapa yang menyumbang emas yang ada di Monumen Nasional atau sering dikenal sebagai Monas? Mungkin sebagian dari kita berfikir kalau emas yang ada di ujung Monas itu adalah hasil patungan dari berbagai saudagar-saudagar kaya, pinjaman luar negeri, atau dari harta rampasan perang? Jika kita pernah berfikir seperti itu berarti ada sejarah yang belum tersampaikan kepada kita. Memang, emas yang ada di atas Monumen Nasional itu adalah hasil dari sumbangan dari berbagai saudagar kaya yang ada di Indonesia pada saat itu. Namun, sebagian besar emas yang ada di Monas, adalah hasil dari sumbangan saudagar Aceh yang bernama Teuku Markam. Ia menyumbang 28 dari 38 kilogram emas yang ada di Monas.


TEUKU MARKAM PENYUMBANG EMAS MONAS YANG TERLUPA


Ia adalah salah satu orang terkaya pada zaman pemerintahan Soekarno. Sebenarnya masih banyak sumbangsih yang Teuku Markam persembahkan untuk negeri kita tercinta ini. Diantaranya, membebaskan lahan Senayang untuk dijadikan sebagai pusat olahraga terbesar di Indonesia. Selain itu beliau juga memberikan dana kepada pemerintah orde lama untuk membangun jalan Banda Aceh-Medan, insfrastruktur di Aceh dan di Jawa Barat, serta pembangunan jalan-jalan yang ada di Jawa Barat.
Baca Juga: Sejarah Foto Proklamasi: Ternyata Ada Kebohongan Jurnalis Demi Kemerdekaan Indonesia
Siapakah Teuku Markam sebenarnya? Ia adalah saudagar Aceh yang lahir pada tahun 1925. Ayahnya Teuku Marhaban berasal dari kampung Seuneudon dan Alue Capli, Panton Labu Aceh Utara. Teuku Markam sudah menjadi yatim piatu ketika ia berusia 9 tahun. Lalu ia diasuh oleh kakanya yang bernama Cut Nyak Putroe. Ia sempat bersekolah sampai kelas 4 Sekolah Rakyat (SR). Teuku Markam kemudian tumbuh menjadi pemuda yang mengikuti pendidikan wajib militer di Kutaraja yang sekarang bernama Banda Aceh.

Selama bertugas di Sumatra Utara, Teuku Markam aktif di berbagai lapangan pertempuran. Bahkan ia ikut mendamaikan pertengkaran antara pasukan Simbolon dengan pasukan Manaf Lubis. Sebagai prajurit penghubung,beliau diutus oleh Panglima Jenderal Bejo ke Jakarta untuk bertemu pimpinan pemerintah. Oleh pimpinan, Teuku Markam diutus lagi ke Bandung untuk menjadi ajudan Jenderal Gatot Soebroto. Tugas itu diembannya sampai Gatot Soebroto meninggal dunia..
Tahun 1957, Teuku Markam berpangkat kapten. Ia kembali ke Banda Aceh dan mendirikan sebuah lembaga usaha yang bernama PT Karkam. Namun perjalanannya di Aceh tidak semulus yang ia duga. Di sana ia sempat bentrok dengan Teuku Hamzah (Panglima Kodam Iskandar Muda) karena disiriki olehorang lain. Akibatnya beliau ditahan dan baru keluar tahun 1958. Petentangan Teuku Markam dengan Teuku Hamzah kemudian berhasil didamaikan. Lalu perusahaan PT. Karkam dipercaya oleh pemerintah RI mengelola rampasan perang untuk dijadikan dana revolusi. Selanjutnya Teuku Markam benar-benar berhenti menjadi tentara, kemudia ia melanjutkan karirnya dengan menggeluti usaha dengan sejumlah aset berupa kapal dan beberapa dok kapal di Palembang, Medan, Jakarta, Makassar, dan Surabaya.

Bisnisnya semakin luas karena ia juga terjun dalam ekspor-impor dengan sejumlah Negara. Antara lain mengimpor mobil Toyota Hardtop dari Jepang, besi beton, plat baja, bahkan sempat mengimpor senjata atas persetujuan DEPHANKAM dan presiden. Komitmennya untuk membantu pemerintah adalah untuk mendukung pembebasan Irian Barat serta pemberantasan buta huruf yang waktu itu digenjot habis-habisan oleh Soekarno. Peran Teuku Markam dalam menyukseskan KTT Asia Afrika tidak sedikit. Beliau termasuk salah satu konglomerat Indonesia yang dikenal dekat dengan pemerintahan Soekarno dan sejumlah pejabat lain. Berkat bantuan para konglomerat itulah KTT Asia Afrika berhasil memerdekakan Negara-negara yang ada di Asia dan Afrika.

Namun sejarah kemudian berbalik. Peran dan sumbangan Teuku Markam dalam membangun perekonomian Indonesia seakan menjadi tak ada artinya di mata pemerintahan Soeharto. Dengan sepihak ia difitnah sebagail PKI dan dituding sebagai koruptor dan Soekarnoisme. Akibat tuduhan itu ia dipenjarakan pada tahun 1966. Ia dijebloskan ke dalam sel tanpa ada proses pengadilan. Pertama-tama ia dimasukkan ke tahanan Budi Utomo, lalu dipindahkan ke Guntur, selanjutnya berpindah ke penjara Salemba di jalan Percetakan Negara. Tak lama ia dipindahkan lagi ke tahanan Cipinang, lalu terakhir ia dipindah lagi ke tahanan Nirbaya di Pondok Gede Jakarta Timur. Pada tahun 1972 ia jatuh sakit dan terpaksa dirawat di RSPAD Gatot Soebroto selama kurang lebih dua tahun.

Tak hanya di situ. Pemerintah orde baru juga merampas hak milik PT. Karkam dan merubahnya menjadi atas nama pemerintah. Itulah kisah sedih si penyumbang emas. Banyak sumbangsih yang dia beri kepada pemerintah Indoensia, tetapi sama sekali tidak diharga. Malah Teuku Markam hidup sengsara di hari tuanya. itulah perangai buruk pemimpin yang ada di zaman orba. sehabis dipakai, pelepahpun dibuang. Begitulah kata yang cocok untuk menggambarkan peran seorang Teuku Markam di ranah perjuangan Indonesia. Banyak orang yang masih belum mengenal beliau, tetapi sumbangsihnya banyak orang yang tahu. (Sumber : fp darah muda muslim)

Pesan yang ingin disampaikan pada kisah di atas adalah pentingnya menghargai setiap usaha orang lain sekecil apapun usaha itu terlebih jika usaha itu sangat besar. Jikalau orang yang bersangkutan telah tiada setidaknya kita dapat menghargai keturunannya. [mrizki]
Sumber : darahmudamuslim.wordpress.com

Atau baca Juga: Kisah Tanah Jujur Tempat Makam Syekh Hamzah Fansuri di Kota Subulussalam Aceh