Dunia Misteri

Kisah Jenazah Koruptor: Korupsi 2 Dirham Saja Rasulullah Tidak Mau Menshalatkan Jenazah Sahabatnya, Subhanallah

Dalam kamus hukum, menurut Subekti dan Tjitrosoedibio yang dimaksud corruptie adalah korupsi, perbuatan curang, tindak pidana yang merugikan keuangan negara.

Di dalam Agama Islam, istilah  korupsi secara eksplisit memang tidak terdapat dalam Islam Al-Qur’an-Hadits atau Syar’i. akan tetapi, Islam mengemukakan istilah dan konsep lain yang mirip dan identik dengan istilah korupsi. Terdapat dua istilah yang sering diangkat terkait dengan istilah korupsi" yaitu istilah Ghulul (Penggelapan), Risywah (Penyuapan) dan Ghasab (Mengambil Paksa Hak/Harta Orang Lain)

Kisah Jenazah Koruptor: Korupsi 2 Dirham Saja Rasulullah Tidak Mau Menshalatkan Jenazah Sahabatnya, Subhanallah
Adpun istilah Al-Ghulul (Penggelapan) meliputi Mencuri harta rampasan perang (Al-ghulul), Menggelapkan uang dari kas Negara (baitul maal), Menggelapkan zakat dan Hadiah untuk para pejabat. 

Jadi Islam sangat tegas dalam urusan Korupsi, seperti Sabda Nabi Muhammad Saw,

”Serahkanlah benang dan jarum. Hindarilah Al-ghulul, sebab ia akan mempermalukan orang yang melakukannya pada hari kiamat kelak”. 

Beginilah anjuran dari Rasulullah, melarang mengambil sesuatu yang bukan haknya walaupun hanya seutas benang dan sebuah jarum.

Cara Rasulullah SAW Mengajarkan Untuk Tidak Korupsi

Namun ada kisah yang lebih sarat hikmah yang patut dicontoh, ketika ada yang melakukan korupsi ada pelajaran yang diberikan oleh Rasulullah kepada yang koruptor, kisahnya begini;

Pada perang Khaibar yaitu perang melawan Yahudi dari bani Nadhir, sekitar 3 hari perjalanan dari Kota Madinah. Perang ini dimenangkan oleh Ummat Islam dan membawa harta rampasan perang yang banyak.

Namun seusai perang berakhir, ada salah seorang sahabat Rasulullah meninggal pada peristiwa khaibar, dan ketika hendak dishalatkan Rasulullah menolak untuk menshalatkan jenazahnya. Sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits yang berasal dari Zaid bin Khalid al-Juhani radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata :
Ada salah seorang sahabat Nabi Muhammad, meninggal pada peristiwa Khaibar.
Kami berharap agar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menshalati jenazahnya. Namun beliau tidak berkenan menshalatkannya. Beliau justru menyuruh kami,
“Shalati teman kalian.”
Mendengar itu, wajah para sahabat spontan berubah karena sikap beliau.
Di tengah kesedihan yang menyelimuti mereka, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan alasanya,
“Teman kalian ini melakukan korupsi saat jihad fi sabilillah.”
Kami pun memeriksa barang bawaannya, ternyata dia mengambil manik-manik milik orang Yahudi (hasil perang Khaibar), yang nilainya kurang dari dua dirham. (HR. an-Nasai 1959, Abu Daud 2710, Ibnu Majah 2848, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).
Walaupun yang wafat Sahabat nabi dan sesusai perang kahibar, Rasulullah tetap menolak untuk menshalatkan jenazahnya. begitulah Islam dengan tegas dalam mengatasi mewabahnya penyakit Koruspsi.

Dalam urusan pembagian harta Rampasan perang sudah ditetapkan aturan pembagiannya, dan tidak boleh asal main ambil dan menyembunyikan atau mengambil lebih dari upahnya, seperti hadits yang diriwayatkan oleh Buraidah Radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

"Barangsiapa yang kami tugaskan dengan suatu pekerjaan, lalu kami tetapkan imbalan (gaji) untuknya, maka apa yang dia ambil di luar itu adalah harta ghulul (korupsi)"

Ada beberapa pelajaran yang penuh hikmah yang bisa kita ambil bagaimana Rasulullah memperlakukan seorang koruptor. yaitu;


  • Islam sangat Tegas Melarang Korupsi
  • Orang yang wafat suul khotimah statusnya masih muslim. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tetap menyuruh para sahabat untuk menshalati, meskipun beliau tidak mau menshalatkannya.
  • Sekecil apapun korupsi, tetap korupsi. Manik-manik seharga dua dirham, merupakan nilai yang sangat murah.
  • Rasulullah memberikan hukuman sosial bagi Jenazah pelaku koruspsi dan juga mengajarkan sahabat dan umatnya agar tidak pernah melakukan hal demikian.
  • Pahala jihad, tidak memadamkan dosa korupsi. Orang tersebut meninggal di medan jihad. Namun karena sebelum meninggal, dia korupsi, Rasulullah menolak untuk menshalatkannya. WaLlahu a’lamu bishshawab

Semoga bermanfaat, silakan berbagi jika tulisan ini penting untuk dibagikan.

Baca Juga; Kisah Raja Mansa Musa Dari Mali dan Perjalanan Haji Paling Fenomenal Sepanjang Sejarah

Diolah dari beberapa Sumber : konsultasisyariah.com, Wikipedia, Bppk Kemenkeu.


Admin

I'm just a beginner blogger who tried to learn things related to coding which always appears in front of the eye


EmoticonEmoticon