Dunia Misteri

Beatrice Norman Turis Belanda Dihantui Setelah Curi Tengkorak Dari Makam Toraja

Dunia Misteri - Tempat Pemakaman  di Tana Toraja, Kota Makale, Provinsi  Sulawesi Selatan agak unik dibandingkan tempat-tempat lain, pada umumnya dimakamkan di tanah, berbeda dengan masyarakat Toraja memiliki tradisi untuk meletakkan jasad orang yang sudah meninggal di dalam tebing terbuka.

Londa  adalah sebuah istilah bebatuan curam di sisi makam khas Tana Toraja. Salah satunya terletak di tempat yang tinggi dari bukit dengan gua yang dalam dimana peti-peti mayat diatur sesuai dengan garis keluarga. Umumnya masyarakat dari kasta atas diletakkan di posisi yang atas. Sedangkan kelas rendah diletakkan di bawah. Karena struktur makam Toraja yang berada di tempat terbuka, di dalam tebing, maka tidak mengherankan jika banyak jasad yang tinggal tulang tergeletak di sana.

Beatrice Norman Turis Belanda Dihantui Setelah Curi Tengkorak Dari Makam Toraja
Di situ Anda bisa dengan gampangnya melihat tulang belulang dan tengkorak, banyak turis dan orang luar keluar masuk ke lokasi londa tersebut karena merupakan salah satu tempat wisata di Toraja, jadi wajar saja banyak turis lokal dan manca negara yang mengunjungi pemakaman tana Toraja tersebut. Karena pengawasan dan penjagaan tidak terlalu ketat, namun ada juga yang mencuri tulang dan tengkorak dari pemakaman batu tersebut.  Tetapi Anda mungkin berpikir orang waras seharusnya tidak mungkin akan mengambil tulang ini dan membawa pulang kan?

Alasan Turis mengembalikan Tengkorak

Ternyata tidak juga. Cerita ini adalah cerita asli dari seorang turis Belanda bernama Beatrice Norman, mencuri sebuah tengkorak dan dibawa pulang ke Belanda. Tetapi beberapa tahun kemudian akhirnya Norman mengembalikan tengkorak itu dengan menggunakan jasa pengiriman.

Paket yang berisi tengkorak ini diterima oleh pihak pengurus Museum Cagar Budaya Kerajaan Kete Kesu. Mereka sendiri tidak menyadari jika ada tengkorak yang hilang, mengingat ada ribuan tengkorak keluarga Saurngalo dari Kerajaan Kete Kesu di sana.

Semenjak kejadian pencurian tengkorak itu, Norman ternyata dihantui terus menerus, anehnya bukan hanya dirinya yang diganggu, tetapi satu keluarganya. Dan ternyata begitu dikembalikan, belum juga membebaskan dirinya dari gangguan mistis tersebut, walaupun nun jauh di Negeri kincir angin.

Akhirnya sang turis sengaja terbang kembali ke Sulawesi, tepatnya ke Toraja dan melakukan upacara permintaan maaf secara adat istiadat. Baru saat itulah dirinya tidak diganggu lagi (setidaknya berdasarkan pengakuan dari sang turis saat komunikasi terakhir kali.)

 Hikmah Dibalik Cerita ini

Cerita ini setidaknya menjadi pembelajaran kita untuk selalu menghormati alam dunia lain. Ketika mengunjungi suatu daerah baru, jangan pernah sembarangan membuat keonaran, apalagi mencuri barang. Diganggu, mungkin masih lebih baik. Karena pada kasus-kasus tertentu, sang pelaku berakhir dengan kematian.
Admin

I'm just a beginner blogger who tried to learn things related to coding which always appears in front of the eye


EmoticonEmoticon